Mohamed Salah Mimpi Buruk untuk Manchester City

Mohamed Salah Mimpi Buruk untuk Manchester City  –  Bintang Liverpool, Mohamed Salah sedang dalam kondisi on fire. Ia bakal jadi pemain yang paling diwaspadai oleh Manchester City jelang laga leg pertama Liga Champions di Anfield, Selasa (3/4).

Salah kini punya rekor gol yang makin membuatnya layak disebut sebagai bomber tajam. Salah sukses mencetak 11 gol dalam 10 laga terakhir. Hal itu membuat Salah ada dalam nomor urut pertama sebagai pemain Liverpool yang bisa memberikan mimpi buruk untuk Manchester City.

Dalam deret 10 laga tersebut, hanya dua kali Salah gagal mencetak gol untuk Liverpool, yaitu saat menghadapi FC Porto di Liga Champions dan Manchester United di Liga Primer.

Baca Juga : Arsenal Kalahkan Stoke City 3-0

Di laga lawan Porto, Salah baru bermain di menit ke-74 dan tak bisa mencetak gol di sisa laga. Saat itu Liverpool sudah mengantongi keunggulan 5-0 di leg pertama sehingga Juergen Klopp tidak menurunkan formasi terbaiknya di leg kedua.

Dengan demikian, bisa dibilang satu-satunya laga di 10 duel terakhir Liverpool ketika Salah berhasil dimatikan adalah laga lawan Manchester United. Saat itu Salah benar-benar tak berkutik dibayangi Ashley Young sepanjang laga.

Matinya pergerakan Salah berdampak besar pada serangan Liverpool. Tusukan-tusukan ‘The Reds’ jadi monoton dan mereka tidak bisa memberikan ancaman pada gawang Manchester United.

Bila Manchester City punya pemain seperti Ashley Young yang mampu meredam Salah sepanjang laga, maka ‘The Citizens’ bisa bernapas lega. Namun Manchester City di era Pep Guardiola bukanlah tim dengan pendekatan bertahan. Mereka terbiasa menyerang dan mendominasi pertandingan untuk menjauhkan lini pertahanan dari bahaya.

Pada laga Liverpool lawan Manchester City di Anfield awal tahun 2018, duel tersebut terbilang imbang. Namun buruknya pertahanan Manchester City membuat ‘The Reds’ sempat memimpin 4-1. Gol-gol Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Salah ketika itu berasal dari kesalahan lini belakang Manchester City.

Guardiola bakal menyadari bahwa ia tak akan bisa mengharapkan lini pertahanannya untuk bisa meredam kecepatan dan ‘daya ledak’ Salah. Cara yang paling ideal bagi Guardiola untuk membuat Salah redup adalah menguasai lini tengah dan memutus aliran bola Liverpool ke lini depan.

Tetapi bila usaha Guardiola tersebut gagal, maka Manchester City harus siap menghadapi mimpi buruk bernama Mohamed Salah di laga nanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *